Amir Halatan: Calon Ketua PWI Harus Bawa Arah Jelas, Bukan Sekadar Jabatan

oleh -2 Dilihat
Amir Halatan, Wartawan Senior (Ft. Istimewa)

PerisaiPost.com, Kotamobagu | Suara kritis datang dari kalangan wartawan senior menjelang pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Amir Halatan secara terbuka mengingatkan para kandidat agar tidak sekadar berorientasi pada jabatan, melainkan menghadirkan gagasan besar demi peningkatan kualitas dan profesionalisme wartawan.

Di tengah derasnya arus informasi serta maraknya praktik jurnalistik instan, Halatan menilai peran organisasi seperti PWI justru semakin krusial. Ia menegaskan, kepemimpinan ke depan harus memiliki arah yang jelas dan tidak bersifat biasa-biasa saja.

“Ini bukan soal siapa yang terpilih, tapi apa yang mereka bawa. Wartawan hari ini butuh arah, butuh pembinaan. Jangan hanya hadir saat pemilihan, lalu hilang tanpa program yang jelas,” ujar Halatan, Kamis (26/3).

Menurutnya, tantangan dunia pers saat ini tidak hanya terletak pada kecepatan penyampaian informasi, tetapi juga menyangkut kredibilitas. Ia menyoroti masih adanya wartawan yang bekerja tanpa standar kompetensi memadai, bahkan cenderung mengabaikan etika jurnalistik.

“Kita tidak bisa menutup mata. Masih ada wartawan yang belum benar-benar memahami profesinya. Di sinilah peran PWI—membentuk, membina, dan memastikan wartawan bekerja secara profesional,” katanya.

Halatan menegaskan bahwa uji kompetensi bagi wartawan serta penguatan kode etik harus menjadi prioritas utama, bukan sekadar pelengkap. Ia menilai peningkatan kesejahteraan tidak akan berarti tanpa diimbangi kualitas dan integritas.

“Kalau hanya bicara kesejahteraan tanpa kualitas, itu tidak cukup. Wartawan harus kuat di kompetensi, integritas, dan etika. Itu fondasi utama,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengingatkan agar PWI tidak kehilangan jati diri sebagai organisasi profesi. Dalam pandangannya, PWI harus menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah jurnalistik di tengah tantangan era digital yang kian kompleks.

“Jangan biarkan profesi ini turun derajat. Wartawan harus dihormati karena kualitasnya, bukan karena atributnya,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Halatan berharap momentum pemilihan Ketua PWI kali ini mampu melahirkan pemimpin yang visioner, berani, dan berkomitmen pada peningkatan kualitas insan pers.

“Ini saatnya memilih pemimpin yang bekerja, bukan sekadar tampil,” pungkasnya.

Peliput : Nia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.