Alat Musik Rambabo Diselamatkan, Warisan Budaya Bolmong Terjaga

oleh -44 Dilihat
Upaya pelestarian alat musik tradisional Rambabo di Bolaang Mongondow resmi dimulai, ditandai dengan digelarnya Rapat Persiapan Pendokumentasian Alat Musik Rambabo pada Selasa (31/03/2026) di Gedung Bontean, Desa Bilalang I. (Ft. Kurniawati)

PerisaiPost.com, Kotamobagu | Upaya pelestarian alat musik tradisional Rambabo di Bolaang Mongondow resmi dimulai, ditandai dengan digelarnya Rapat Persiapan Pendokumentasian Alat Musik Rambabo pada Selasa (31/03/2026) di Gedung Bontean, Desa Bilalang I. Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Indonesiana Kementerian Kebudayaan untuk dokumentasi Karya Maestro atau Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) yang rawan punah.

Budayawan Bolaang Mongondow, Chairun Mokoginta, penerima manfaat program tersebut, menjelaskan bahwa Rambabo termasuk salah satu kesenian tradisional yang terancam punah. Dari penelitian yang dilakukan, terdapat sekitar 31 jenis kesenian tradisional Bolmong, di mana 16 telah punah, 8 hampir punah, dan 6 masih eksis.

Chairun menceritakan, alat musik Rambabo sempat tidak ditampilkan selama bertahun-tahun karena sulit ditemukan. “Saya masih sempat bermain Rambabo pada tahun 1980, tapi setelah itu alat musiknya hilang. Tahun 1993, saya mulai melakukan restorasi,” ungkapnya. Sejak saat itu, Rambabo mulai tampil kembali, meski hanya sesekali, dalam acara-acara kebudayaan.

Pelestarian ini didukung oleh Dana Indonesiana yang memberikan pendanaan untuk mendukung pengembangan kesenian tradisional. “Pendanaan dari Kementerian ini sangat membantu dalam pelestarian kesenian tradisional,” tegas Chairun.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Kotamobagu, Siti Rafiqa Bora, menegaskan pentingnya pelestarian musik tradisional, didukung oleh Sangadi Desa Bilalang I, Badaria Mokoginta, dan Staf Khusus Wali Kota Kotamobagu, Syarif Rahmat Mokoginta, yang menyebut kegiatan ini sejalan dengan Program Pendidikan Berbudaya Lokal.

Dana Indonesiana, atau Dana Abadi Kebudayaan, disediakan pemerintah untuk mendukung karya budayawan. Pada 2025, tersedia anggaran sekitar Rp465 miliar dari pengelolaan Rp5 triliun Dana Abadi Kebudayaan. Di Kotamobagu, dua penerima manfaat pada 2026 adalah Murdiono Mokoginta, dengan output berupa buku tentang asal-usul nama desa, dan Chairun Mokoginta, yang akan menghasilkan dokumentasi, film, dan pameran kesenian tradisional Bolmong.

Peliput : Kurniawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.