Gubernur YSK Jadi Khadim Sekolah Minggu di GMIM Eben Heazer

oleh -4 Dilihat
Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) meluangkan waktu untuk melayani sebagai khadim Sekolah Minggu di Gereja GMIM Eben Heazer Bumi Beringin, Minggu (8/2/2026), menghadirkan suasana ibadah yang hangat dan penuh keakraban. (Ft. Istimewa)
banner 468x60

PerisaiPost.com, Sulut | Gubernur Sulawesi Utara Yulius Selvanus Komaling (YSK) meluangkan waktu untuk melayani sebagai khadim Sekolah Minggu di Gereja GMIM Eben Heazer Bumi Beringin, Minggu (8/2/2026), menghadirkan suasana ibadah yang hangat dan penuh keakraban.

Namun kehadiran YSK pagi itu bukan sebagai tamu kehormatan atau dalam rangka kegiatan seremonial. Ia hadir sebagai khadim, melayani langsung anak-anak Sekolah Minggu dengan penuh kehangatan dan kesederhanaan.

banner 336x280

Dengan bahasa yang lugas dan mudah dipahami, disertai senyum ramah serta gestur penuh kasih, YSK menyampaikan pesan-pesan rohani kepada anak-anak. Ia berdialog, bertanya jawab, dan sesekali mencairkan suasana dengan candaan yang membuat anak-anak tertawa. Tak tampak jarak antara seorang gubernur dan jemaat cilik yang ada hanyalah keakraban seorang guru dengan murid-muridnya.

Di lingkungan Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), sebutan “Engku Sekolah Minggu” bukan sekadar panggilan, melainkan simbol pengabdian dan keteladanan dalam pelayanan anak. Gelar tersebut bukanlah hal baru bagi YSK. Jauh sebelum dipercaya memimpin Sulawesi Utara, ia pernah mengabdikan diri sebagai guru Sekolah Minggu di gereja.

Pengalaman masa lalu itulah yang kembali membawanya ke ruang pelayanan anak. Pelayanan kepada anak-anak, bagi YSK, bukan kewajiban formal, melainkan panggilan hati. Ia meyakini bahwa nilai-nilai iman harus ditanamkan sejak usia dini sebagai fondasi kehidupan.

Momen tersebut terasa sangat personal. Di tengah padatnya agenda pemerintahan, urusan pembangunan, serta dinamika birokrasi dan politik, YSK memilih meluangkan waktu untuk melayani anak-anak Sekolah Minggu. Sejumlah jemaat tampak terharu, bahkan mengabadikan momen tersebut melalui ponsel mereka.

Ruang Sekolah Minggu pagi itu menjadi sederhana namun penuh makna Alkitab, cerita bergambar, nyanyian rohani, dan kisah iman menjadi pusat perhatian. Di sanalah nilai kepemimpinan sejati tercermin: bahwa memimpin bukan hanya tentang kebijakan besar, tetapi juga tentang melayani dengan ketulusan, bahkan dari hal-hal kecil.

Minggu pagi itu, Yulius Selvanus Komaling tidak hanya hadir sebagai Gubernur Sulawesi Utara. Ia kembali menjadi dirinya yang lama seorang guru, seorang pelayan, dan seorang “Engku” Sekolah Minggu yang melayani dengan sepenuh hati.*

Peliput : Nasir Che

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.