Jalan A.P. Mokoginta Kembali Dibenahi, Pemprov Sulut Gelontorkan Rp4 Miliar

oleh -40 Dilihat
Gubernur Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE (Ft. Istimewa)
banner 468x60

PerisaiPost.com, Sulut |  Anggaran Rp4 miliar dari APBD Perubahan 2026 dipastikan mengalir untuk melanjutkan perbaikan jalan Pontodon–Bilalang, demi memperlancar distribusi hasil pertanian dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di wilayah Kotamobagu.

Kepastian anggaran tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam menuntaskan proyek infrastruktur strategis yang selama ini dinantikan masyarakat, khususnya pengguna Jalan A.P. Mokoginta yang menjadi jalur vital penghubung antarwilayah.

banner 336x280

Ruas jalan tersebut memiliki peran penting dalam menunjang mobilitas harian warga, distribusi hasil pertanian, serta aktivitas ekonomi masyarakat Pontodon, Bilalang, hingga kawasan perbatasan Passi.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Kotamobagu, Claudy N. Mokodongan, mengatakan bahwa kepastian anggaran diperoleh melalui koordinasi intensif dengan Dinas PU Provinsi Sulawesi Utara.

Menurutnya, proyek lanjutan perbaikan jalan Pontodon–Bilalang masuk dalam daftar prioritas karena tingkat urgensi dan dampaknya yang luas bagi masyarakat.

“Anggaran lanjutan yang disiapkan kurang lebih Rp4 miliar dan akan dialokasikan melalui APBD Perubahan. Ini bukan angka kecil dan cukup untuk menghasilkan peningkatan kualitas jalan yang signifikan,” ujar Claudy, Rabu (4/2/2026).

Ia menjelaskan bahwa hingga saat ini progres fisik pekerjaan memang belum menjangkau wilayah Kecamatan Passi. Namun, dengan masuknya proyek tersebut dalam skema APBD Perubahan, pemerintah optimistis pengerjaan lanjutan dapat dipercepat dan tidak lagi tersendat seperti pada tahun-tahun sebelumnya.

Tahapan pekerjaan selanjutnya akan difokuskan pada ruas Desa Pontodon menuju Desa Bilalang. Sementara itu, untuk segmen Bilalang hingga batas Passi, pemerintah masih mengkaji opsi pelebaran jalan guna meningkatkan kapasitas dan keselamatan pengguna jalan.

Claudy menegaskan bahwa pelaksanaan proyek tidak hanya mengedepankan aspek teknis, tetapi juga mempertimbangkan pendekatan sosial agar proses pembangunan tidak merugikan warga yang bermukim dan beraktivitas di sepanjang koridor jalan.

Pemerintah Kota Kotamobagu memastikan pengawalan penuh terhadap pelaksanaan proyek tersebut. Pasalnya, keterlambatan atau kegagalan pengerjaan akan berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi masyarakat serta keselamatan pengguna jalan.

Dengan durasi pelaksanaan APBD Perubahan yang relatif terbatas, tantangan utama ke depan terletak pada manajemen waktu dan ketepatan eksekusi. Meski demikian, pemerintah menegaskan komitmennya untuk memastikan proyek berjalan tepat sasaran, tepat mutu, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Pontodon, Bilalang, hingga wilayah sekitarnya.

Peliput : Nasir Che

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.