Marak Undangan Online Palsu, Diskominfo Kotamobagu Ingatkan ASN

oleh -10 Dilihat
Kantor Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kotamobagu (Ft. Istimewa)
banner 468x60

PerisaiPost.com, Kotamobagu | Intensitas penggunaan undangan digital dalam aktivitas kedinasan dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan siber. Diskominfo Kota Kotamobagu mengimbau ASN waspada terhadap undangan online palsu yang berpotensi mengandung malware.

Modus tersebut secara khusus menyasar ASN dan pejabat pemerintahan, mengingat aktivitas kedinasan sehari-hari kerap melibatkan penerimaan undangan resmi secara daring.

banner 336x280

Diskominfo mengungkapkan, undangan palsu umumnya dikirim melalui nomor tidak dikenal atau akun WhatsApp yang telah diretas. Pesan tersebut dikemas menyerupai undangan resmi, seperti rapat koordinasi, kegiatan kedinasan, bimbingan teknis (bimtek), hingga undangan pernikahan. File yang disertakan biasanya berbentuk aplikasi dengan format .APK atau tautan (link) mencurigakan.

Dalam pernyataan resminya, Diskominfo Kotamobagu menegaskan bahwa file atau aplikasi tersebut sangat berbahaya apabila diunduh atau diinstal oleh pengguna.

“Aplikasi tersebut berpotensi mencuri data kontak, mengakses pesan singkat (SMS), mengambil alih akun WhatsApp, hingga membaca kode OTP perbankan tanpa sepengetahuan pengguna,” tegas Diskominfo.

Sebagai langkah antisipasi, Diskominfo mengimbau ASN dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dengan mengenali sejumlah ciri undangan palsu, antara lain:

  1. Pengiriman file berformat .APK melalui WhatsApp
  2. Narasi pesan yang terkesan formal dan meyakinkan dengan mencantumkan nama kegiatan resmi
  3. Permintaan izin akses yang tidak wajar, seperti akses kontak, SMS, dan penyimpanan perangkat

Diskominfo juga menekankan, apabila ASN atau pengguna tanpa sengaja mengklik atau menginstal file mencurigakan, segera melakukan langkah pengamanan, antara lain:

  1. Menghapus aplikasi yang terpasang
  2. Mengamankan akun penting dengan mengganti kata sandi
  3. Melakukan pemindaian perangkat menggunakan aplikasi antivirus
  4. Melaporkan kejadian kepada tim IT atau administrator jaringan di instansi masing-masing untuk penanganan lanjutan

Pemerintah Kota Kotamobagu menegaskan bahwa keamanan informasi dan data digital merupakan tanggung jawab bersama. Seluruh ASN diminta tetap tenang, tidak panik, namun selalu waspada dan tidak meneruskan pesan mencurigakan kepada pihak lain guna memutus mata rantai penyebaran malware.*

Peliput : Kurniawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.