Pemkot Dorong UMKM Naik Kelas, Lapak Kopi di Jalan Ahmad Yani Makin Menjamur

oleh -15 Dilihat
‎Susana street Coffe di depan pertokoan sepanjang jalan Ahmad Yani. Senin (02/02/26). (Ft. Istimewa))
banner 468x60

PerisaiPost.com, Kotamobagu | Kawasan kompleks pertokoan Jalan Ahmad Yani, Kelurahan Kotamobagu, kini ramai dipenuhi lapak kopi yang menjadi magnet anak muda, menjelma sebagai ruang publik malam sekaligus peluang ekonomi kreatif baru di kota ini.

Salah satu pelaku usaha kopi di kawasan tersebut, Debby Tahir (25), mengaku mulai berjualan sejak November 2025. Ia menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat terhadap lapak kopi sederhana yang mereka kelola sangat tinggi.

banner 336x280

“Torang ba jual so dari November tahun 2025,” ujar Debby, Senin (02/02/26), saat ditemui di lapaknya.

Debby menjelaskan, aktivitas berjualan mereka sangat dipengaruhi oleh kondisi cuaca. Umumnya, lapak dibuka setiap malam Kamis dan malam Minggu. Namun, jika cuaca mendukung, mereka juga berjualan di hari lain.

“Torang ba jual tiap malam Kamis deng malam Minggu, mar adakalanya klo nyanda ada ujang torang ba jual lagi selain malam Kamis deng malam Minggu,” jelasnya.

Dari usaha tersebut, Debby mengungkapkan hasil yang diperoleh cukup menjanjikan. Dalam satu kali berjualan, omzet yang diraih dapat mencapai hingga satu juta rupiah, menjadikan usaha lapak kopi sebagai peluang ekonomi yang potensial bagi anak muda Kotamobagu.

Menjamurnya lapak kopi di Jalan Ahmad Yani ini tidak hanya membuka peluang pendapatan bagi pelaku usaha muda, tetapi juga menciptakan ruang publik alternatif yang hidup di malam hari. Fenomena ini sekaligus memperkuat geliat ekonomi kreatif lokal.

Fenomena ini sejalan dengan komitmen Pemerintah Kota Kotamobagu di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Weny Gaib, Sp.M., dan Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat, yang gencar mendorong penguatan sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pada Oktober 2025, Pemkot Kotamobagu menyalurkan bantuan sarana usaha kepada 60 pelaku UMKM, yang mencakup sektor kuliner, bengkel, tata rias, hingga warung kecil. Bantuan tersebut bertujuan meningkatkan produktivitas serta daya saing pelaku usaha lokal.

Selain bantuan peralatan, Pemkot juga melakukan pendampingan dan pelatihan berkelanjutan sebagai bagian dari program “UMKM Naik Kelas”. Pemerintah daerah turut membuka akses pasar dan permodalan melalui konsultasi langsung dengan Kementerian UMKM RI, serta memperkuat sinergi pusat–daerah melalui dukungan anggota DPR RI dan optimalisasi peran TPAKD dalam percepatan akses keuangan.

Langkah strategis tersebut diarahkan untuk mendorong berkembangnya ekonomi kreatif, termasuk usaha kopi dan kuliner khas Kotamobagu, agar mampu tumbuh berkelanjutan dan menjadi penopang ekonomi daerah.

Dengan dukungan kebijakan dan kreativitas generasi muda, lapak kopi di Jalan Ahmad Yani dinilai sebagai contoh nyata potensi UMKM urban yang dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari wajah ekonomi baru Kota Kotamobagu.*

Peliput : Kurniawati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.