Respons Cepat, Telekomunikasi Sulut Kembali Normal Sehari Pascagempa

oleh -133 Dilihat
Kurang dari 24 jam setelah gempa magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara, seluruh layanan telekomunikasi di daerah tersebut dipastikan telah kembali normal 100 persen. (Foto: Humas Kemkomdigi)

PerisaiPost.com, Sulut | Kurang dari 24 jam setelah gempa magnitudo 7,6 mengguncang wilayah Sulawesi Utara, seluruh layanan telekomunikasi di daerah tersebut dipastikan telah kembali normal 100 persen.

Gempa yang berpusat sekitar 129 kilometer tenggara Bitung sempat menyebabkan gangguan pada 223 site atau sekitar 9,97 persen dari total 2.236 site di wilayah terdampak. Namun, berdasarkan pemantauan terakhir pada Jumat (3/4/2026) pukul 05.17 WIB, seluruh site telah kembali beroperasi normal.

Gangguan jaringan sebelumnya dipicu oleh terputusnya pasokan listrik. Untuk mempercepat pemulihan, operator memanfaatkan genset sebagai sumber daya alternatif hingga pasokan listrik kembali stabil.

Seluruh operator telekomunikasi, yakni Telkomsel, XLSmart, dan Indosat Ooredoo Hutchison, memastikan tidak ada lagi site yang terdampak sehingga konektivitas masyarakat kembali berjalan optimal.

Sejak awal kejadian, pemerintah langsung mengaktifkan Crisis Management Team di Posko Pusat Monitoring Telekomunikasi (PMT) dengan melibatkan unsur teknis dan operator guna menjaga layanan tetap berjalan serta mempercepat proses pemulihan.

Dalam proses pemulihan, hingga sore hari pascagempa, sebanyak 219 site telah kembali beroperasi, sementara empat site lainnya masih dalam tahap perbaikan di Kota Bitung, Kabupaten Minahasa, dan Kabupaten Minahasa Selatan, sebelum akhirnya seluruhnya kembali normal.

Selain memastikan konektivitas, sistem peringatan dini juga berjalan efektif. Early Warning System kebencanaan berhasil mengirimkan notifikasi gempa dan potensi tsunami dari BMKG ke wilayah Sulawesi Utara dan Maluku Utara, termasuk Kota Bitung, Halmahera Barat, Halmahera Selatan, dan Ternate.

Di sisi pengawasan frekuensi, dua stasiun monitoring transportabel di Bitung dan Minahasa tetap beroperasi dengan baik. Sebagian besar unit monitoring tidak mengalami gangguan, meskipun Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio Manado sempat mengalami penurunan kualitas layanan dan masih dalam pemantauan.

Kemkomdigi menegaskan seluruh sumber daya terus disiagakan guna memastikan jaringan tetap stabil, sehingga kebutuhan komunikasi masyarakat dapat terpenuhi secara optimal selama masa tanggap darurat.

Peliput : Abdul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.