Sulut Catat Penurunan TPT dan Kemiskinan, Gubernur Yulius Ajak Jaga Pertumbuhan Berkelanjutan

oleh -22 Dilihat
data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, perekonomian Sulut tahun 2025 yang diukur dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 204,75 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp 113,66 triliun. (Ft. Istimewa)
banner 468x60

PerisaiPost.com, Sulut | Ekonomi Sulawesi Utara tumbuh 5,66 persen pada 2025, didorong oleh industri pengolahan dan ekspor, serta diikuti perbaikan ketenagakerjaan dan penurunan kemiskinan.

Berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut, perekonomian Sulut tahun 2025 yang diukur dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 204,75 triliun, sementara atas dasar harga konstan 2010 sebesar Rp 113,66 triliun.

banner 336x280

Secara kumulatif, ekonomi Sulut tumbuh 5,66 persen (c-to-c) dibanding tahun 2024. Dari sisi produksi, sektor Industri Pengolahan menjadi motor utama dengan pertumbuhan tertinggi 9,97 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, ekspor luar negeri meningkat tajam 28,42 persen, menandakan daya saing produk Sulut semakin kuat di pasar global.

Pertumbuhan ekonomi Sulut juga menunjukkan performa agresif pada akhir tahun. Pada Triwulan IV 2025, ekonomi Sulut tumbuh 5,95 persen (y-on-y). Sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum menjadi sektor unggulan dengan pertumbuhan 20,67 persen, mencerminkan bangkitnya sektor pariwisata dan geliat UMKM kuliner.

Secara kuartalan (q-to-q), ekonomi tumbuh 7,02 persen, didorong oleh lonjakan belanja pemerintah sebesar 21,75 persen serta pertumbuhan pesat sektor jasa lainnya sebesar 20,61 persen.

Kabar baik juga terlihat pada sektor ketenagakerjaan. Pada November 2025, jumlah angkatan kerja mencapai 1,43 juta orang, meningkat dibanding Agustus 2025. Penduduk bekerja naik menjadi 1,35 juta orang, dengan sektor pengadaan listrik, air, dan gas menyerap tenaga kerja terbanyak.

Porsi pekerja formal juga membaik, kini mencapai 46,93 persen, menandakan kualitas pekerjaan semakin stabil. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 5,78 persen, atau berkurang 0,21 persen poin, yang menunjukkan semakin banyak warga Sulut terserap dunia kerja.

Kesejahteraan sosial juga menunjukkan perbaikan. Persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat 6,62 persen, turun 0,09 persen poin dibanding Maret 2025. Penurunan kemiskinan di wilayah perkotaan cukup signifikan, mencapai 3,95 persen, meski wilayah perdesaan masih menjadi perhatian dengan angka 10,11 persen.

Sementara itu, tingkat ketimpangan pengeluaran (gini ratio) turun menjadi 0,341, lebih rendah dibanding periode sebelumnya. Hal ini menunjukkan distribusi pendapatan masyarakat semakin merata. Berdasarkan ukuran Bank Dunia, kelompok 40 persen terbawah kini menikmati hampir 19,90 persen dari total pengeluaran, menandakan manfaat pertumbuhan mulai dirasakan lebih luas.

Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus, SE mengajak seluruh stakeholder untuk tidak cepat puas. Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, Forkopimda, swasta, dan masyarakat agar pertumbuhan positif ini terus terjaga dan berkelanjutan.

“Pertumbuhan ekonomi Sulut sudah berada di jalur yang baik. Tugas kita bersama adalah mengawal dan menjaganya agar manfaatnya benar-benar dirasakan seluruh masyarakat,” ujar Gubernur Yulius.

Dengan kombinasi pertumbuhan ekonomi yang kuat, lapangan kerja yang bertambah, kemiskinan yang menurun, serta ketimpangan yang makin terkendali, Sulawesi Utara kini menunjukkan fondasi yang semakin kokoh menuju pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan pada tahun 2026.*

Peliput : Nasir Che

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.